Senin, 14 November 2011

propil kabupaten kampar

KABUPATEN KAMPAR

A. Profil Kabupaten Kampar
Kabupaten Kampar merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Provinsi Riau. Ibukota Kabupaten Kampar adalah Kota Bangkinang. Kabupaten Kampar dipimpin oleh seorang Bupati yang saat ini bernama Burhanuddin Husin. Pada pemilu yang dilaksanakan pada Oktober 2006, Burhanuddin Husin terpilih sebagai bupati baru untuk periode 2006-2011. Burhanuddin menggantikan Jefri Noer, bupati yang sempat menggemparkan peta politik nasional dengan skandal pengusiran seorang kepala sekolah pada sebuah rapat dengar pendapat di DPRD Kampar. Jauh sebelum reformasi, Kampar selalu dipimpin oleh bupati yang berlatar belakang militer dengan mengabaikan latar belakang sosio-kultural semisal putera daerah. Namun dengan digulirkannnya otonomi daerah, kini Kampar memiliki pemimpin dari daerahnya sendiri.

Visi dan Misi Pembangunan Kabupaten Kampar Jangka Menengah 2011
1. VISI
“Terwujudnya Kabupaten Kampar sebagai Pusat Agribisnis dalam Lingkungan Masyarakat yang Sejahtera Berbudaya dan Agamis pada tahun 2011”
2. MISI
1. Menata dan mengembangkan manajemen Pemerintah Daerah yang responsive, akuntabilitas, transparansi, partisifatif dan professional.
2. Membangun Sumber Daya Manusia yang handal mampu menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang berdasarkan Iman dan Taqwa kepada ALLAH SWT.
3. Meningkatkan kualitas hidup masyarakat dari aspek sosial, ekonomi dan budaya yang berbasis kerakyatan dalam rangka penanggulangan kemiskinan.
4. Memperkecil ketimpangan pembangunan antar wilayah dan antar lapisan / kelompok masyarakat.
5. Membangun masyarakat yang berbudaya sejahtera dan agamis
6. Mengoptimalkan pengelolaan dan pemanfaatan Sumber Daya Alam yang berwawasan lingkungan.
7. Meningkatkan pembangunan infrastruktur guna pengembangan potensi daerah.
8. Mengembangkan pembangunan pedesaan sebagai basis pembangunan daerah.

Visi dan Misi Pembangunan Kabupaten Kampar Jangka Panjang 2025
1. VISI
“ Mewujudkan Kabupaten Kampar Negeri Berbudaya, Berdaya dalam Lingkungan Masyarakat Agamis tahun 2025”
2. MISI
1. Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang beriman dan bertaqwa, menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta berwawasan lingkungan dalam bingkai budaya luhur masyarakat Kabupaten Kampar.
2. Meningkatkan manajemen dan kemampuan aparatur dalam rangka pengelolaan asset daerah, pembangunan dan pelayanan masyarakat.
3. Pembangunan ekonomi rakyat yang berbasis pertanian dan Sumber Daya Lokal dengan orientasi Agribisnis dan Agroindustri.
4. Mendorong pertumbuhan investasi secara terpadu dan terkait antar swaata, masyarakat dan pemerintah baik yang berskala local dan regional maupun internasional.
5. Mewujudkan pembangunan kawasan yang seimbang dan dapat menjamin kualitas hidup dan nilai buadaya masyarakat secara berkesinambungan.

B. Jumlah Penduduk Daerah dan Nasional
1. Jumlah Penduduk Kampar
Adapun jumlah penduduk pada Kabupaten Kampar dapat dilihat pada table di bawah ini :
Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin di Kabupaten Kampar
Tahun 2010 2003 2002 2000 1999

Jumlah Pria (jiwa) 353.787 229.228 - 229.228 -
Jumlah Wanita (jiwa) 332.243 217.929 - 217.929 -
Total (jiwa) 686.030 447.157 - 447.157 -
Pertumbuhan Penduduk (%) 12 4 - 4 -
Kepadatan Penduduk (jiwa/Km²) 63 46 - - -
Sumber Data:
Riau Dalam Angka 2010 BPS Provinsi Riau
Dengan adanya pertambahan penduduk dan keluasan dalam undang undang Otonomi daerah maka kabupaten Kampar saat ini terdiri dari 200 kecamatan dengan 219 Desa/kelurahan yang sudah menjadi defenitif, dan dalam perkembangannya Kampar sedang dalam tahap proses pemekaran desa yang direncanakan akan menjadikan Kampar memiliki 250 desa dan kelurahan.
Dalam kecamatan ini terdapat dalam enam wilayah kawasan yang mempunyai kateristik tersendiri, dalam artian mempunyai kesamaan budaya dan adat secara lebih khusus, lima wilayah ini adalah wilayah Kampar dan Tambang, wilayah Serantau Kampar Kiri, Wilayah Tapung Raya, Wilayah Tapung Raya, Wilayah Bangkinang dan wilayah XIII Koto Kampar.
Wilayah ini dalam wilayah adat sama dengan wilayah Lima koto, wilayah Tiga koto di hilir, wilayah Kampar Kiri, wilayah XIII Koto Kampar dan Wilayah Tapung. Namun dalam administrasi pemerintahan 20 kecamatan yang terdapat dikabupaten Kampar terdiri dari:
1. Kecamatan Kampar Kiri dengan Ibu Kota Lipat Kain
2. Kecamatan Kampar Kiri Hulu dengan Ibu Kota Gema
3. Kecamatan Kampar Kiri Hilir dengan Ibu Kota Sungai Pagar
4. Kecamatan Kampar Kiri Tengah dengan Ibu Kota Simalinyang
5. Kecamatan Gunung Sahilan dengan Ibu Kota Gunung Sahilan
6. Kecamatan XIII Koto Kampar dengan Ibu Kota Batu Bersurat
7. Kecamatan Bangkinang Barat dengan Ibu Kota Kuok
8. Kecamatan Salo dengan Ibu Kota Salo
9. Kecamatan Tapung dengan Ibu Kota Petapahan
10. Kecamatan Tapung Hulu dengan Ibu Kota Sinama Nenek
11. Kecamatan Tapung Hilir dengan Ibu Kota Kota Garo
12. Kecamatan Bangkinang dengan Ibu Kota Bangkinang
13. Kecamatan Bangkinang Seberang dengan Ibu Kota Muara Uwai
14. Kecamatan Kampar dengan Ibu Kota Airi Tiris
15. Kecamatan Kampar Timur dengan Ibu Kota Kampar
16. Kecamatan Rumbio Jaya dengan Ibu Kota Teratak
17. Kecamatan Kampar Utara dengan Ibu Kota Sawah
18. Kecamatan Tambang dengan Ibu Kota Tambang
19. Kecamatan Siak Hulu dengan Ibu Kota Pangkalan Baru
20. Kecamatan Perhentian Raja dengan Ibu Kota Perhentian Raja



Jumlah penduduk miskin tiap daerah – kabupaten Kampar
KABUPATEN / KOTA JUMLAH RUMAH TANGGA JUMLAH PENDUDUK JUMLAH RUMAH TANGGA MISKIN JUMLAH PENDUDUK MISKIN PERSENTASE RUMAH TANGGA MISKIN PERSENTASE PENDUDUK MISKIN
Kampar* 113.921 532.493 30.626 122.504 26,88 23,01

Jumlah dan Kepadatan Penduduk Kabupaten Kampar
Berdasarkan data diketahui bahwasannya kecamatan Kampar merupakan wilayah yang paling padat,yaitu sebesar 311 jiwa per Km2 dengan total jumlah penduduk yang terdapat di Kecamatan Kampar adalah sebanyak 42 431 orang dan dengan luas wilayahnya adalah 136,28 Km2 . Sedangkan kecamatan yang paling rendah kepadatannya adalah kecamatan Kampar Kiri Hulu yaitu sebesar 10 jiwa per Km2. Kecamatan Kampar Kiri Hulu memiliki jumlah penduduk sebanyak 12 400 jiwa dengan luas wilayah yang dimiliki kecamatan ini yaitu seluas 1 301,25 Km2. Dan untuk jumlah penduduk kabupaten kampar sebesar 633.320 orang.
2. Jumlah Penduduk Riau
Jumlah penduduk Riau tahun 2010 adalah 5.543.031 jiwa.
3. Jumlah Penduduk Indonesia
Dari 33 provinsi yang ada, di mana kah wilayah dengan penduduk terbanyak? Menurut survei BPS, provinsi Jawa Barat adalah daerah dengan penduduk terbanyak. Tercatat, total keseluruhannya mencapai 43,02 juta jiwa.
Berikut ini masing-masing jumlah penduduk per provinsi:
1. Aceh 4,48 juta
2. Sumatera Utara 12,98 juta
3. Sumatera Barat 4,84 juta
4. Riau 5,54 juta
5. Kepulauan Riau 1,69 juta
6. Jambi 3,09 juta
7. Sumatera Selatan 7,44 juta
8. Kepulauan Bangka Belitung 1,22 juta
9. Bengkulu 1,71 juta
10. Lampung 7,59 juta
11. Banten 10,54 juta
12. DKI Jakarta 9,59 juta
13. Jawa Barat 43,02 juta
14. Jawa Tengah 32,38 juta
15. DIY 3,45 juta
16. Jawa Timur 37,47 juta
17. Bali 3,89 juta
18. NTB 4,49 juta
19. NTT 4,68 juta
20. Kalimantan Barat 4,39 juta
21. Kalimantan Tengah 2,2 juta
22. Kalimantan Selatan 3,63 juta
23. Kalimantan Timur 3,55 juta
24. Sulawesi Utara 2,26 juta
25. Gorontalo 1,04 juta
26. Sulawesi Tengah 2,63 juta
27. Sulawesi Barat 1,16 juta
28. Sulawesi Selatan 8,03 juta
29. Sulawesi Utara 2,23 juta
30. Maluku 1,53 juta
31. Maluku Utara 1,03 juta
32. Papua Barat 0,76 juta
33. Papua 2,85 juta

BPS juga mencatat, laju pertumbuhan penduduk RI terus menurun dibandingkan 30 tahun lalu. Pertumbuhan penduduk pada tahun 2000-2010 hanya 1,49 persen, naik dibandingkan tahun 1990-2000 yang sudah 1,45 persen.

C. PDRB Kabupaten Kampar Dan PDRB Nasional

1. PDRB Kabupaten Kampar
Pendapatan Domestik Regional Bruto Daerah ( Harga Konstant )

Sektor Tahun
2005 2004
Rupiah (juta) % Rupiah (juta) %
Pertanian 1.957.182 55,62 1.834.880 19,22
Pertambangan 134.524 3,82 124.161 1,30
Industri Pengolahan 260.719 7,41 244.180 2,56
Listrik dan Air Bersih 3.489 0,10 3.344 0,04
Bangunan 138.313 3,93 432.897 4,53
Perdagangan, Hotel, Restoran 448.808 12,75 421.098 4,41
Angkutan/Komunikasi 156.867 4,46 129.980 1,36
Bank/Keu/Perum 69.007 1,96 6.045.292 63,31
Jasa 350.035 9,95 312.636 3,27
Total 3.518.944 100 9.548.469 100
Laju Pertumbuhan - -

Sumber Data:
Kampar Dalam Angka 2005
BPS Kabupaten Kampar

Dari berbagai upaya pelaksanaan pembangunan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Kampar, baik yang dibiayai oleh APBD Kabupaten Kampar, APBD Provinsi Riau dan APBN menunjukkan hasil capaian kinerja yang cendrung semakin membaik. Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kampar saat ini diatas Nasional yaitu 7,49% yang berada diatas rata-rata nasional yaitu 5,5%.
Pada tahun 2011 PDRB atas dasar harga berlaku sebesar Rp 19,56 triliun, PDRB atas dasar harga konstan sebesar Rp 5,15 triliun, pertumbuhan ekonomi yang diharapkan 7,63%, total investasi dibutuhkan sebesar Rp 7,6 triliun yang berasal dari pemerintah dan swasta, perkiraan investasi swasta Rp 5,320 triliun atas 70% dari total investasi, perkiraan investasi pemerintah Kabupaten Kampar Rp 2,280 triliun atau 30% dari total investasi yang terdiri dari; pertama investasi pemerintah Kabupaten Kampar Rp 1,664 triliun, kedua investasi pemerintah Provinsi Riau Rp 306 milyar, dan ketiga investasi pemerintah pusat melalui APBN sebesar Rp 310 milyar.
Inflasi tahun 2011 diperkirakan sebesar 11,80%, ICOR 320, artinya untuk meningkatkan PDRB atas dasar harga berlaku sebesar Rp 1,00 milyar. Diperlukan jumlah investasi sebanyak Rp 3,20 milyar dengan tingkat ICOR masih dalam batas yang wajar. Angkatan kerja 236.686 jiwa, pengangguran terbuka 29.313 jiwa dan penduduk miskin berjumlah 65.996 jiwa atau 9,62% dengan jumlah rumah tangga miskin 13.199 RT.
APBD Kabupaten Kampar tahun 2011, telah disusun tepat waktu dan telah mendapat pengesahan dari Gubernur Riau yaitu sebesar Rp 1,739 triliun lebih atau naik 3,57% dibanding dengan total APBD tahun 2010 sebesar Rp 1,678 triliun. APBD Kabupaten Kampar tahun 2011 tersebut diperuntukan untuk belanja tidak langsung sebesar Rp 892, 131 milyar lebih dan belanja langsung sebesar Rp 847,552 milyar lebih.
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kampar sebesar 7,25 persen terwujud akibat dari dorongan sektor-sektor kunci, yaitu sektor pertanian yang tumbuh sebesar 6,68 persen, sektor industri rumah tangga 8,39 persen dan sektor perdagangan, hotel dan restoran 7,72 persen serta sektor lainnya tumbuh sebesar 8,14 persen.
Dibagian lain dalam laporannya, PDRB Kabupaten Kampar tanpa minyak dan gas bumi atas dasar harga berlaku pada tahun 2009 diperkirakan sebesar Rp11.914,53 miliar, dibanding PDRB tahun 2008 sebesar Rp9.968,28 miliar, atau terjadi peningkatan sebesar 19,50 persen.
Sektor yang berperan sangat menonjol adalah sektor pertanian sebesar Rp7.253,63 miliar atau 60,88 persen dan sektor kedua, yakni sektor industri sebesar Rp2.238,75 miliar atau 18,79 persen. Namun disisi lain ucapnya, pertumbuhan ekonomi dan PDRB Kabupaten Kampar yang cukup tinggi, belum memberikan dampak secara signifikan terhadap terciptanya peluang lapangan kerja.
Pada tahun 2009 Pemda Kampar telah berhasil menekan angka kemiskinan dari 21,50 persen pada tahun 2008 menjadi 20,25 persen pada tahun 2009, atau menurun sebesar 1,25 persen. Dimana angka tersebut masih diatas angka rata-rata kemiskinan Provinsi Riau yaitu sebesar 14,50 persen.


2. PDRB Per Kapita Provinsi Riau
No Kabupaten 2003 2004 2005 Rata-rata
1 Kuantan Singingi 7,37 8,02 8,66 8,02
2 Indragiri Hulu 8,69 9,26 9,97 9,31
3 Indragiri Hilir 6,43 6,92 7,38 6,91
4 Pelalawan 9,17 9,35 9,69 9,40
5 Siak 8,40 8,77 9,15 8,77
6 Kampar 5.33 5,69 6,04 5,69
7 Rokan Hulu 4,84 5,18 5,52 5,18
8 Bengkalis 4,56 4,74 4,99 4,76
9 Rokan Hilir 5,80 6,15 6,57 6,17
10 Pekanbaru 6,79 7,18 7,36 7,11
11 Dumai 5,65 5,89 6,05 5,86
Rata-rata Riau 6,40 6,83 7,26 6,83
Sumber : Data Olahan BPS, 2003-2005
Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (Statistics Indonesia)

3. PDRB Nasional
Total PDB
1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008[1]
2009[2]
2010 2011 2012 2013 2014 2015[3]

95,446 140,001 150,196 141,255 172,975 208,311 256,00 284,072 364,239 420,00 471,26 540,27 670,42 756,62 852,24 951,45 1057,18 1172,10
(*) Sumber : CEIC, Perkiraan Mandiri Sekuritas
(**) Perkiraan
untuk tahun 2010-2015 adalah Prediksi IMF [4]

PDB per kapita
2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007(*) 2008(*) 2009
771 933 1100 1181 1303 1644 1868 2053 2329[5]


Total volume produk domestik bruto (PDB) Indonesia tahun lalu melonjak tajam dibandingkan dengan tahun 2009. Volume PDB Indonesia tahun lalu mencapai Rp6.422 triliun atas dasar harga berlaku. Jumlah ini setara dengan US$700 miliar. Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan mengungkapkan volume PDB Indonesia meningkat pesat dibandingkan dengan tahun 2009 yang mencapai Rp5.603 triliun. Itu berarti ada kenaikan sekitar Rp819 triliun.
PDB tersebut sebagian besar digunakan oleh konsumsi rumah tangga sebesar Rp3.642 triliun, konsumsi pemerintah Rp581 triliun, pembentukan modal tetap bruto atau investasi fisik sebesar Rp2.065 triliun, ekspor Rp1.580 triliun dan dikurangi dengan impor sebesar Rp1.475 triliun. Sedangkan jika dihitung atas dasar harga konstan, kata Rusman, total PDB Indonesia tahun lalu mencapai Rp2.310 triliun atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp2.177 triliun.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2010 mencapai 6,1 persen. Sumber pertumbuhan ekonomi tersebut disumbang oleh komponen ekspor 6,4 persen, konsumsi rumah tangga 2,7 persen, pembentukan modal tetap bruto 2 persen dan perubahan inventori 0,4 persen.
Dengan PDB sebesar US$700 miliar, menurut Ketua Komite Ekonomi Nasional Chairul Tanjung beberapa waktu lalu, Indonesia menempati posisi ke-16 sebagai negara dengan volume ekonomi terbesar di dunia. Bahkan, Chairul memperkirakan tahun depan, volume ekonomi Indonesia akan mengalahkan salah satu negara penjajahnya, yakni Belanda. Jika mengacu pada data PDB 2009, berdasarkan data Bank Dunia, Indonesia menempati urutan ke-18 dengan PDB sekitar US$540 miliar. Sedangkan, Belanda di posisi 16 dengan PDB sebesar US$792 miliar.

D. Pertumbuhan Ekonomi
Pembangunan ekonomi daerah adalah suatu proses dimana pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat mengelola berbagai sumber daya yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan untuk menciptakan suatu lapangan pekerjaan baru dan merangsang perkembangan kegiatan ekonomi dalam daerah tersebut (Lincolin Arsyad, 1999 ; Blakely E. J, 1989). Tolok ukur keberhasilan pembangunan dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi, struktur ekonomi dan semakin kecilnya ketimpangan pendapatan antarpenduduk, antardaerah dan antarsektor.
Suatu ekonomi dikatakan mengalami pertumbuhan yang berkembang apabila tingkat kegiatan ekonominya lebih tinggi daripada apa yang dicapai pada masa sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan output per kapita dalam jangka panjang.
Pembangunan dalam lingkup negara secara spesial tidak selalu merata. Kesenjangan antardaerah seringkali menjadi permasalahan yang serius. Beberapa daerah dapat mencapai pertumbuhan yang signifikan, sementara beberapa daerah lainnya mengalami pertumbuhan yang lambat. Daerah-daerah yang tidak mengalami kemajuan yang sama disebabkan karena kurangnya sumber-sumber yang dimiliki; adanya kecendrungan pemilik modal (investor) memilih daerah perkotaan atau daerah yang memiliki fasilitas seperti prasarana perhubungan, jaringan listrik, jaringan telekomunikasi, perbankan, asuransi juga tenaga terampil. Disamping itu juga adanya ketimpangan redistribusi pembagian pendapatan dari Pemerintah Pusat atau Propinsi kepada daerah seperti propinsi atau kecamatan (Mudrajat Kuncoro, 2004).
Analisis Ketimpangan Ekonomi antar Daerah digunakan analisis yakni ;
Indeks Ketimpangan Williamson (Syafrizal, 1997) yakni analisis yang digunakan sebagai indeks ketimpangan regional (regional inequality) dengan rumusan sebagai berikut ;
IW = √∑ (yi –y)2 (fi/n)
y
Dimana ;
yi = PDRB per kapita di Kabupaten Kampar
y = PDRB per kapita rata-rata di Provinsi Riau
fi = jumlah penduduk di Kabupaten Kampar
n = jumlah penduduk di Provinsi Riau

Dengan indikator bahwa apabila angka indeks ketimpangan Williamson semakin mendekati nol maka menunjukkan ketimpangan yang semakin kecil dan bila angka indeks menunjukkan semakin jauh dari nol maka menunjukkan ketimpangan yang makin melebar.

IW = √(5,69- 6,83)2 (686.030 /5.543.031)
6,83
= 0,153

Dari hasil diatas diketahui bahwa IW mendekati nol, maka dapat disimpulkan ketimpangan perekonomian dikampar sangat kecil.


E. Faktor Penyebab Ketimpangan pada kabupaten Kampar
Adanya Perbedaan Kandungan Sumberdaya Alam. Kabupaten Kampar terdiri dari berbagai kecamatan yang memiliki potensi sumberdaya alam yang berbeda-beda. Perbedaan potensi SDA ini yang menyebabkan ketimpangan perekonomian yang ada di daerah Kampar. Misalnya di kecamatan-kecamatan tapung raya dan kecamatan lainnya yang sebagian besar masyarakatnya berkebun sawit yang hasilnya dapat dikatakan cukup besar dan di daerah tersebut banyak terdapat perusahaan perkebunan sawit yang menambah lowongan perkerjaan bagi masyarakat, sehingga pada saat ini perekonomian masyarakatnya dapat dikatakan lebih baik dari pada masyarakat yang ada dikecamatan lain.

F. Potensi Umum Daerah
Sejumlah investor menemukan Kabupaten Kampar sebagai suatu tempat menarik untuk tujuan investasi. Hingga tahun 2005 persetujuan investasi dalam negeri tercatat sejumlah Rp. 310.4 milyar dengan realisasi investasi sejumlah Rp. 9,041 milyar. Pada tahun 2006, persetujuan penanaman modal dalam negeri adalah Rp. 11,3 milyar dengan realisasi adalah Rp. 855,4 milyar. Pada tahun 2007, persetujuan investasinya adalah Rp. 26.7 milyar realisasinya berjumlah Rp. 326,5 milyar. Secara umum potensi daerah berkaitan dengan sumber alam bersandar pada sektor perkebunan, pertanian, kehutanan, industri dan petambangan.

Perkebunan

Komoditi tanaman perkebunan adalah produk unggulan untuk perdagangan dari daerah Kabupaten Kampar. Lahan untuk perkebunan dialokasikan dalam jumlah besar. Dan pada tahun 2006 telah mencapai 374,148.5 Ha. Adapun potensi unggulan tersebut tanaman meliputi kelapa sawit ditanam diatas lahan 279.757 Ha, karet 91.026 Ha, gambir 4.541 Ha, kelapa 2.892 Ha, kopi 379 Ha, pinang 94,5 Ha, coklat 40 Ha, lada/ merica 11 Ha dan buah kemiri 11 Ha.

Pertanian
Luas lahan panen untuk tanaman pangan di Kabupaten Kampar adalah 12.588 Ha. Lahan tersebut ditanami dengan bermacam ragam jenis tanaman pangan, seperti padi sawah, padi ladang, jagung, kacang tanah, ubi jalar, kacang kedelai dan kacang hijau. Produksi tanaman pangan tahun 2006 digambarkan pada tabel berikut.
No. JENIS PANGAN PRODUKSI (TON)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8. Padi Sawah
Padi Ladang
Jagung
Ubi Kayu
Ubi Jalar
Kacang Tanah
Kacang Kedelai
Kacang Hijau 18.333
7.567
2.672
10.61
1.848
540
358
240
Luas lahan panen dan produksi sayur-sayuran adalah sebagai berikut:
No. JENIS SAYURAN AREAL (HA) PRODUKSI (TON)
1.
2.
3.
4.
5.
6. Cabe
Mentimun
Terong
Kacang Panjang
Bayam
Kangkung 630
413
430
511
376
392 2.571
3.470
3.714
1.922
1.568
2.670

Kehutanan dan Industri
Pembangunan sektor kehutanan diarahkan langsung pada peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat serta pemeliharaan ketahanan sumber daya alam, fungsi hutan, lingkungan hidup, manajemen air dan fungsi lainnya. Pada tahun 2006 kawasan hutan di kabupaten ini tercatat seluas 244.669,27 Ha.
Pengembangan sektor industri merupakan inti dan program-program pendukung. Program inti berhadapan dengan pengembangan industri rumah tangga, kecil dan perusahaan medium, teknologi industri yang di up grade dan manajemen struktur industri. Sementara itu program pendukung berhadapan dengan pengendalian polusi lingkungan, industri informasi, pendidikan dan pelatihan, serta penelitian dan pembangunan.

Sumber Air Bersih
Sampai saat ini sumber air bersih di Kabupaten Kampar pada umumnya masih bersandar pada Sungai Kampar, yang mengaliri daerah daratan rendah dibeberapa daerah kecamatan. Daerah-daerah aliran sungai tersebut sangat berpotensi sebagai kawasan pengembangan sektor perikanan.

Pertambangan dan Sumber Daya Mineral
Potensi sumber daya mineral di Kabupaten Kampar terdiri dari batu bara, batu gamping, kaolin, pasir kuarsa dan bentonite. Potensi tersebut tersebar diberbagai daerah kecamatan di Kabupaten Kampar.

Perikanan

Pada tahun 2006, produksi sektor perikanan mencapai volume 14.494,01 ton, yang terdiri dari produksi budidaya ikan tangkap 11,37% dan budidaya perikanan sebanyak 88,27%.
Potensi perikanan air tawar di Kabupaten Kampar masuk ke dalam program Kementerian Perikanan dan Kelautan. Kementerian mentargetkan untuk tahun ini bisa menghasilkan 100 ribu ton ikan air tawar dan dari Riau diperkirakan dapat menyuplai sekitar 30 ribu ton lebih ikan air tawar. Untuk membantu pengembangan perikanan air tawar tersebut, Komisi IV DPR RI selepas meninjau lokasi perikanan di Kabupaten Kampar menjanjikan membantu memasukkan dana ke dalam APBN tahun 2011 untuk pembangunan usaha perikanan di daerah ini.
Anggota Komisi IV DPR RI, Wan Abu Bakar mengatakan, pembangunan itu akan dilakukan bertahap dengan cara sharing dana antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah setempat. Dana yang dibutuhkan untuk pembuatan pabrik pengalengan ikan sampai makanan ikan sedikitnya Rp190 miliar lebih. Untuk sementara waktu dana yang akan disharing sebesar Rp56 miliar antara Pemerintah Kabupaten dan Provinsi Riau.
Potensi perikanan air tawar ini menjadi perhatian untuk dimasukkan ke dalam APBN 2011.
Untuk Riau pengembangan ikan air tawar, jenis ikan patin dianggap potensial dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Dipilihnya daerah Kampar karena memiliki perairan sungai yang sudah mengembangkan usaha tersebut.
Sementara itu Kepala Dinas Perikanan Provinsi Riau, Tengku Dahril mengatakan potensi ikan patin bahkan sudah dipromosikan ke sejumlah negara. Bahkan Belanda telah meminta tetapi karena belum adanya kesiapan beberapa waktu lalu menjadikan belum terlaksana.
Menurutnya, usaha perikanan ini membutuhkan kerjasama antara provinsi dan kabupaten termasuk dukungan dari pusat. Sebab sejauh ini para investor masih enggan menanamkan usaha di bidang ini karena susah mendapatkan pinjaman dari perbankan. Untuk itu pihaknya berharap agar ada kemudahan pinjaman sehingga usaha perikanan bisa lebih bergairah.

Peternakan
Kabupaten Kampar juga menyimpan potensi yang baik untuk dikembangkan sebagai suatu pusat industri peternakan, terutama untuk peternakan Sapi, Kerbau, Kambing, dan Ayam. Potensi Kawasan untuk pengembangan peternakan tersedia dengan areal seluas 1.098.339 Ha, kebanyakan terletak di Kecamatan Kampar Kiri 347.578 Ha, Tapung Kiri 327.282 Ha dan Siak Hulu 115 Ha.
Hingga tahun 2006 jumlah hewan potong sebanyak 1.633 ekor Sapi dengan produksi daging sebanyak 303.869 kg, 3.603 Kerbau dengan produksi daging 791.579 kg, 1.390 Kambing dengan produksi daging 27.744 kg, 1.031.258 kg ayam kampung dengan produksi daging 830.562 kg, 1.407.485 ayam ras dengan produksi daging 1.131.248 kg. Sementara untuk telur terdiri dari 10.492 ekor ayam petelur dengan produksi 4.737.679 butir, dan 1.802 ekor itik petelur dengan produksi sebanyak 1.663.950 butir.
Objek Wisata
Pariwisata adalah sektor yang potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Kampar terutama yang berhubungan dengan pelancaran frekuensi arus transportasi ke dan dari daerah ini. Beberapa objek unggulan untuk pengembangan aktifitas wisata adalah:

Candi Muara Takus
Warisan budaya masa lampau ini terletak sekitar 130 km dari Pekanbaru pada titik dimana Sungai Kampar Kanan dan Kampar Kiri bertemu. Lokasi ini adalah sisa dari kuil Budha masa lampau. Candi ini ditemukan pada tahun 1893 oleh seorang ahli antropologi Belanda, kuil ini dipercaya telah dibangun pada abad ke 7 SM. Akan tetapi beberapa tenaga ahli meyakini candi ini dibangun pada abad ke 4 SM.



Danau Koto Panjang
Danau ini terletak 15 km dari Kota Bangkinang atau sekitar 100 km dari Pekanbaru. Danau Koto panjang adalah suatu danau buatan yang dibangun untuk kepentingan Pembangkit Listrik Tenaga Air, menciptakan permukaan yang luas air raksasa dengan luas 12.400 ha dengan 3 pulau timbul di pertengahannya. Danau ini dikelilingi oleh bukit-bukit barisan dengan pemandangan indah yang memikat. Sebagai tambahan yang menggiurkan bagi danau ini adalah kedekatan kehadiran komplek Candi Muara Takus.

Gunung Sahilan
Gunung Sahilan 70 km dari Kota Pekanbaru, rumah bagi peninggalan kerajaan masa lalu, yaitu kediaman kerajaan Gunung Sahilan

Desa Wisata Buluh Cina
Terletak di Desa Buluh Cina Kecamatan Siak Hulu, tempat ini kini berubah menjadi tempat perayaan meriah yang didatangi sekumpulan pengunjung untuk melihat pertandingan pacu sampan tradisional, saat telah diakui sebagai acara tahunan wisata nasional yang diikuti oleh kontingen-kontingen dari dari luar negeri.

Prospek Peluang Investasi
• Pembangunan industri hilir sawit/ CPO
• Pembangunan industri/ pabrik pengolahan karet (Crumb Rubber Factory)
• Pembangunan industri pengolahan kayu karet (Old Rubber Timber)
• Pengembangan budidaya ikan patin jambal
• Pengembangan pabrik pakan ikan
• Pengembangan budidaya nenas

Pengembangan Budidaya Kopi
Perkebunan kopi di Kabupaten Kampar pada tahun 2006 baru mencapai luas 379 Ha dengan jumlah produksi ± 175 ton/ tahun. Adapun daerah-daerah yang berpotensi untuk pengembangan perkebunan kopi di Kabupaten Kampar antara lain Kecamatan Kampar Kiri, Kampar Kiri Hulu dan Siak Hulu. Pengambangan perkebunan kopi di daerah ini dapat dilakukan dengan pola kerjasama dengan masyarakat tempatan.

Pengembangan Budidaya Coklat, Merica, dan Kemiri
Menyadari kesuburan tanah di daerah ini maka pengembangan budidaya coklat, merica, dan kemiri dipandang sangat layak untuk dilakukan. Berdasarkan data terbaru, lokas perkebunan coklat yang telah ditanami adalah ± 41 ha, dengan produksi 19,60 ton/ tahun. Perkebunan ini tersebar di Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kecamatan Siak Hulu dan Kecamatan Kampar. Lada dibudidayakan di Kecamatan Kampar Kiri dengan luas lahan adalah 15,50 ha. Sementara kemiri dikelola di Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kecamatan Bangkinang dan Kecamatan Siak Hulu seluas 11 ha dengan jumlah produksi 3 ton.

Pengembangan Industri Pertambangan Batu Bara
Deposit batubara banyak ditemukan di Kecamatan Kampar Kiri dengan cakupan wilayah seluas 4.000 ha dan estimasi produksi 182.290.000 ton dan isi kalori 4.500-6.500 cal/kg, Kecamatan Kampar Kiri Hulu dengan luas cakupan wilayah 4.130 ha dengan perkiraan produksi1.411.100 ton dengan kalori 4.500-6.500 Kcal/kg. Kecamatan 13 Kota Kampar dengan luas 11.900 ha dan perkiraan produksi 1.411.100 ton dengan kalori 6.730-7.124 Kcal/kg.

Pengembangan Industri Pertambangan Kapur
Potensi daerah pertambangan kapur terletak di kampung Gema, Kecamatan Kampar Kiri Hulu dengan cakupan wilayah 64 Ha. Jenis kapur ini berwarna abu-abu dan berbiji hals dengan komposisi kimia sebagai berikut : SiO2 (1.39%) SG (2.61%) AL2O3 (3.29%) Fe2O3 (5.47%) CaO (47.39%) MgO (0.47%). Estimasi deposit adalah 2.500.000 ton. Lokasi deposit batu bara tersebut bisa ditempuh dengan mobil.

Pengembangan Industri Pertambangan Porselin


Daerah potensi pertambangan porselin terletak di Kecamatan Tapung dan Tapung Kiri. Jenis fisik porselin adalah rata-rata keputihan 75-78%, grafitas 1 gr/cm³, kecil dan berbiji halus dengan ukuran 16,2%, tanah liat 8.1 %. Deposit/ cadangan tanah liat yang teridentifikasi dengan besar volume berjumlah 2.034 juta ton di Kecamat Tapung Hilir. Lokasi deposit tanah liat tersebut dapat diakses dengan kendaraan roda 4 (mobil).


Pengembangan Quartz Sand Mining Industri
Potensi pertambangan pasir kuarsa terletak di Kecamatan Tapung Hulu dengan luas wilayah 3,185 ha. Jenis pasir kuarsanya adalah berwarna abu-abu dengan komposisi kimia sebagai berikut : SiO2 (93.24%) Al2O3 (2.49%) Fe2O3 (0.9%) CaO (0.18%) MgO (0,19%), grafiti 2.785 gr/ml. Jumlah deposit diperkirakan mencapai jumlah ± 25,548,800 ton. Lokasi ini dapat diakses dengan kendaraan roda 4 (mobil).

G. Pusat Pertumbuhan
Pusat pertumbuhan adalah suatu kumpulan kegiatan ekonomi yang mempunyai kapasitas untuk mengembangkan sekumpulan kegiatan ekonomi lainnya.
Empat karakteristik utama dari pusat pertumbuhan:
1. Adanya sekelompok kegiatan ekonomi terkonsentrasi pada suatu lokasi tertentu.
2. Konsentrasi kegiatan ekonomi tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang dinamis dalam perekonomian.
3. Terdapat keterkaitan input dan output yang kuat antarsesama kegiatan ekonomi pada pusat tersebut
4. Dalam kelompok kegiatan ekonomi tersebut terdapat sebuah industri induk yang mendorong pengembangan kegiatan ekonomi pada pusat tersebut.

Dari empat karakteristik pusat pertumbuhan ekonomi tersebut, Kabupaten Kampar memiliki karakteristik yang pertama dan kedua dam keempat. Yaitu adanya sekelompok kegiatan ekonomi terkonsentrasi pada suatu lokasi tertentu dan konsentrasi kegiatan ekonomi tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang dinamis dalam perekonomian yaitu di bidang pertanian, perikanan dan pertambangan serta dalam kelompok kegiatan ekonomi tersebut terdapat sebuah industry induk yang mendorong pengembangan kegiatan ekonomi pada pusat tersebut. Lokasi pertambangan terdapat di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kecamatan 13 Koto Kampar, Kampung Gema, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Tapung dan Tapung Kiri.

Apakah memungkinkan didirikannya pusat pertumbuhan?
Kabupaten Kampar sangat memungkinkan didirikannya pusat pertumbuhan, salah satunya adalah pusat pertumbuhan perikanan. Dijadikannya Kabupaten Kampar sebagai kawasan sentra produksi perikanan yaitu pengembangan ikan air tawar, jenis ikan patin dianggap potensial dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Dipilihnya daerah Kampar karena memiliki perairan sungai yang sudah mengembangkan usaha tersebut.
Potensi ikan patin bahkan sudah dipromosikan ke sejumlah negara. Bahkan Belanda telah meminta tetapi karena belum adanya kesiapan beberapa waktu lalu menjadikan belum terlaksana.
Usaha perikanan ini membutuhkan kerjasama antara provinsi dan kabupaten termasuk dukungan dari pusat. Sebab sejauh ini para investor masih enggan menanamkan usaha di bidang ini karena susah mendapatkan pinjaman dari perbankan. Untuk itu pihaknya berharap agar ada kemudahan pinjaman sehingga usaha perikanan bisa lebih bergairah. Adanya kerjasama antara Pemda Kampar dengan PT. Benecom dengan jumlah investasi Rp. 30 miliar yang mana kedepannya Kampar akan menjadi sentra ikan patin dengan produksi 220 ton per hari. Pada tahun 2006, produksi sektor perikanan mencapai volume 14.494,01 ton, yang terdiri dari produksi budidaya ikan tangkap 11,37% dan budidaya perikanan sebanyak 88,27%.



Konsep Agropolitan Pembangunan Kabupaten Kampar

Kecamatan XIII Kota Kampar Dirancang Jadi Kawasan Agropolitan

Pemda Kampar melalui kerjasama Badan Perencanaan dan pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kampar bekerjasama dengan Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor, telah berhasil melakukan penyusunan master plan kawasan agropolitan Kecamatan XIII Koto Kampar dan dari master plan tersebut maka Kecamatan XIII Koto Kampar akan menjadi kawasan agropolitan pertama di Kabupaten Kampar dan kedua di Propinsi Riau.

Meskipun baru sebatas master plan kawasan agropolitan di Kecamatan XIII Koto Kampar tersebut, tetapi dalam realitanya pihak Pemda Kampar telah memulai pelaksanaannya dalam upaya memacu peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan XIII Koto Kampar. Bentuk ril yang telah dimulai Pemda Kampar adalah memperbaiki infrastruktur, pengembangan keramba jaring apung di kawasan waduk PLTA Koto Panjang, pembenihan dan budidya ikan kolam di Desa Koto Mesjid dan desa sekitarnya serta pembudidayaan tanaman karet, kelapa sawit dan tanaman gambir.
Demikian diungkapkan Kepala Bappeda Kabupaten Kampar, Ir H Nurahmi ketika ditemui usai mendengarkan expose draft laporan akhir master plan kawasan agropolitan Kecamatan XIII Koto Kampar yang disampaikan oleh tim ahli P4W IPB Bogor di ruang rapat kantor Bappeda Kabupaten Kampar di Bangkinang Selasa (27/10).
Pada acara tersebut hadir tim ahli dari IPB diantarnya Dr Erman Rustiadi, M.Sc sebagai ahli perencanaan wilayah, Ir.. Moentoha Selari, MS, ahli tata ruang dan fisik wilayah, Ir. Ahmad Baehagie, M.Si, ahli perencanaan komonity, Ir. Didit Okta Pribadi, M.Si, ahli analisis kuantitif dan ekonomi regional, Dr Nur Bambang, PU, M.Si , ahli bidang perikanan, Dr Siti Nurisyah, MSLA ahli pariwisata, Ir Budi Arief, M.Sc, ahli infrastruktur, Dr. Satyawan Sumito, MS ahli sosiologi dan kelembagaan, Ir. LaOde Syamsul Iman, M.Si ahli GIS, Andi Syah Putra, SP ahli teknologi pertanian dan dilengkapi tim pendukung yang terdiri dari M.Arifin, Andrianto Agung dan Rahmi Fajriani. Dari Pemprov Riau hadir pula Kadis Tanaman Pangan, Kadis Perikanan, Kadisbun dan beberapa orang staf dari instansi terkait.
Dari pihak Pemda Kampar hadir pada acara tersebut Kepala Bappeda Kampar beserta staf, Kadis Perikanan, Kadis Pertambangan dan Energi, Kadis Perkebunan, Pertanian Tanaman Pangan, Kadis Kehutanan, Kadis Pariwisata dan beberapa orang staf yang tergabung dalam pengelola kegiatan kawasan agropolitan Kabupaten Kampar.
Dipaparkan Ir H Nurahmi bahwa kawasan agropolitan itu telah ada di beberapa kabupaten di Sumatera dan telah berjalan di Kabupaten Indragiri Hilir di Provinsi Riau. Dan berdasarkan fakta dan analisis maka pengembangan agropolitan di Kecamatan XIII Koto Kampar diprioritaskan pada tiga kegiatan yakni perikanan, pariwisata dan perkebunan. Diharapkan dari kegiatan di kawasan agropolitas di Kecamatan XIII Koto Kampar tersebut akan membuka lapangan kerja, perluasan areal perkebunan dan peningkatan produksi perkebunan, peningkatan usaha perikanan dan akhirnya akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan sekaligus pada saatnya kelak akan melahirkan kota kecil atau kota menengah yang mampu menyuplai kebutuhan masyarakat sekitarnya dan kelebihan produksi dapat dipasarkan secara regional maupun internasional.
Pendekatan agropolitan dengan aktivitas pembangunan yang terkonsentrasi di pedesaan dan secara nasional ternyata di Indonesia pembangunan pedesaan dengan konsep agropolitan ini telah dilaksanakan dan menunjukkan hasil yang sangat baik.
Khusus mengenai pendanaan untuk kawasan agropolitan di Kecamatan XIII Koto Kampar ini kita harapkan ada kucuran dana dari APBN, APBD Riau maupun dari dana APBD Kabupaten Kampar. Tapi yang terpenting kegiatan untuk mewujudkan kawasan agropolitan ini adalah salah satu terobosan Pemda Kampar dan akan dilaksanakan secara bertahap. Untuk itu, diharapkan agar seluruh elemen masyarakat di kawasan agropolitan ini dapat memberikan dukungan sepenuhnya.





























SUMBER BACAAN


http://www.kamparkab.go.id/
http://regionalinvestment.com/newsipid/demografipendudukjkel.php?ia=1406&is=37
http://regionalinvestment.com/newsipid/ekonomipdrb.php?ia=1406&is=43
http://www.riaumandiri.net/rm/index.php?option=com_content&view=article&id=2463:qpertumbuhan-ekonomi-kampar-capai-725-persenq&catid=58:kampar&Itemid=62
http://www.ponriau2012.com/index.php?option=com_content&view=article&id=54%3Apotensi-kabupaten-kampar&catid=34%3Asekilas-riau&Itemid=85
http://www.ponriau2012.com/index.php?option=com_content&view=article&id=55%3Aprospek-kabupaten-kampar&catid=34%3Asekilas-riau&Itemid=85
http://www.riaumandiri.net/rm/index.php?option=com_content&view=article&id=1287:perikanan-air-tawar-di-kampar-diusul-masuk-apbn-2011&catid=58:kampar&Itemid=62

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar